Senin, 25 Agustus 2014

PRESIDEN JOKOWI, AKANKAH MENDUKUNG LEBIH LANJUT UP DINEGERIKAN?

Jokowi dukung Universitas Pancasila jadi PTNJakarta (ANTARA News) - Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan memberi dukungan terhadap kampus yang terletak di Lenteng Agung tersebut untuk menjadi perguruan tinggi negeri (PTN).

"Gubernur DKI Jakarta akan memberikan surat rekomendasi dukungan agar Universitas Pancasila menjadi PTN," kata Edi Toet, di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk "Pengamalan Pancasila sebagai Philosofische Grondslag" di Fakulktas Hukum Universitas Pancasila, Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan pihaknya bersama pimpinan kampus tersebut telah bertemu dengan Jokowi pada Rabu (6/11) untuk membicarakan perubahan status Universitas Pancasila dari swasta menjadi negeri.

"Pak Jokowi janji akan memberikan surat rekomendasi dukungan dalam satu minggu setelah pertemuan tersebut," katanya.

Rektor mengatakan pihaknya memang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan kampus berjaket biru tersebut untuk menjadi milik pemerintah. Dukungan tersebut memang sangat strategis untuk mewujudkan menjadi negeri tersebut.

Dikatakannya pihak pertama yang memberi dukungan kampus tersebut menjadi negeri adalah MPR dan sudah memberikan surat rekomendasi dukungan tersebut. "Surat dukungan tersebut nantinya akan saya sampaikan kepada Mendikbud untuk diteruskan kepada presiden," ujarnya. Ia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa mengeluarkan Keppres Universitas Pancasila menjadi negeri sebelum masa jabatannya berakhir. "Saya berharap prseiden bisa menandatangani sebelum masa jabatannya selesai," ujarnya.

Sementara itu Ketua MPR Sidarto Danusubroto yang mengatakan pihaknya telah menandatangani surat rekomendasi dukungan Universitas Pancasila menjadi Perguruan Tinggi Negeri.

"Sudah saya teken surat dukungan tersebut bersama para wakil," katanya.

Dikatakannya dirinya mendukung seribu persen kampus tersebut menjadi negeri dan diharapkan kampus tersebut menjadi pionir dalam menerapkan dan mengajarkan Pancasila.

Mengenai luas lahan yang belum bisa dipenuhi oleh kampus tersebut sesuai dengan aturan Mendikbud, Sidarto mengatakan seharusnya jangan dilihat luas lahannya tetapi harus juga dilihat nilai nomimalnya dari laus lahan tersebut.

"Nilai tanah di Jakarta dan daerah lain kan berbeda, jadi hal ini harus diperhatikan juga," ujarnya.

Sidarto menilai berubahnya Universita Pancasila menjadi negeri harus dilihat sebagai niat baik untuk tetap terus mempertahankan Pancasila. "Saya acungi jempol untuk kampus tersebut," ujarnya.(*)


=================================================================

Rabu, 08/01/2014 16:48 WIB

Ingin Jadi PTN, Petinggi Universitas Pancasila Temui Ketua DPR

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Ketua Yayasan Universitas Pancasila Siswono Yudo Husodo menemui Ketua DPR Marzuki Alie guna menggalang dukungan menjadikan Universitas Pancasila sebagai Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini proses tersebut sedang berjalan.

"Hari ini kita menemui Pak Marzuki, kita bergembira Pak Marzuki mendukung," kata Siswono yang juga Ketua Badan Kehormatan DPR ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/1/2014).

Siswono memimpin rombongan yang terdiri dari Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno, Ketua Dewan Yayasan Universitas Pancasila Agum Gumelar, dan sekretaris yayasan mereka.

Siswono menerangkan saat ini Universitas Pancasila telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan persyaratan dukungan dari Ketua MPR, DPRD DKI, Gubernur DKI Joko Widodo, Mendikbud, dan Mensesneg. Proses ini lancar karena aset mereka tidak bermasalah.

"Universitas Pancasila layak dinominasikan menjadi universitas negeri. Apalagi asetnya bagus, tidak ada utang," kata Marzuki.

Universitas tersebut mempunyai aset berupa kampus di Srengseng Sawah seluas 10 hektar, kampus di Jalan Borobudur seluas 1,5 hektar, dan aset lainnya. Siswono mengungkapkan total aset ini senilai lebih dari Rp 1 triliun.

"Untuk dukungan DPR ini, tidak perlu lewat proses panjang. Saya bikin surat, saya kirim, selesai. Saya kira tidak perlu lewat Komisi X," ucap Marzuki.
=======================================================================

Senin, 07 Juli 2014

Rektor Baru Akan Ubah Universitas Pancasila Jadi Negeri

 Saat ini proses UP menjadi PTN sudah sekitar 60-70% syaratnya terpenuhi. /Facebook.com
Rektor Universitas Pancasila (UP) yang baru, Prof. Wahono Sumaryono, mempunyai pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya, yaitu mengubah perguruan tinggi swasta tersebut sebagai perguruan tinggi negeri.
“Ini ada PR saya ke depan. Upaya perubahan UP menjadi perguruan tinggi negeri masih berjalan, masih dalam peroses,” kata Wahono, usai pelantikannya sebagai rektor baru UP periode 2014-2018, di Jakarta, Senin (17/3/14).
Dia mengatakan saat ini tengah mengkaji dan menginventarisasi secara internal dan eksternal, apa saja yang masih diperlukan sebagai prasyarat menjadikan UP sebagai PTN.
“Dalam waktu dekat kami akan ke Kemendibud untuk berkonsultasi lagi. Kira-kira apa saja syarat yang masih perlu dilengkapi. Sebenarnya kami sudah mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak, bagi dari Kemendikbud, DPR, dan institusi lainnya,” ungkap Wahono.
Sementara itu Ketua Yayasan UP Siswono Yudohusodo mengatakan untuk mengubah PTS menjadi PTN memakan waktu rata-rata 5 tahun. Sedangkan UP baru prosesnya baru berjalan 2 tahun.
“Pengubahan PTS menjadi PTN ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Itu, UGM sebelumnya adalah PTS, yang diganti menjadi negeri pada 1949. Selain itu juga ada Uversitas Siliwangi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Rata-rata prosesnya cukup lama sekitar 5 tahunan,” ungkapnya.
Menurut Siswono, banyak hal yang perlu dilihat dan dikaji sebelum menjadi PTN. “Apakah kampus tersebut bersih, berjalan dengan baik, tidak ada masalah internal dan eksternal, apakah mahasiswanya terus bertambah dan berkualitas, dilihat sarana dan prasananya seperti laboratorium, bagaimana SDM termasuk dosen, pegawai, dan bagaimana nanti sistem penggajiannya, dan lainnya,” tambahnya.
Saat ini proses UP menjadi PTN sudah sekitar 60-70% syaratnya terpenuhi. “Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa menjadi perguruan tinggi negeri,” ujar Siswono.

Editor : Fatkhul Maskur
 Rahmayulis Saleh   -   Senin, 17 Maret 2014
Sumber: http://news.bisnis.com/read/20140317/255/211455/rektor-baru-akan-ubah-universitas-pancasila-jadi-negeri. 

========================================

Tokoh-tokoh Dukung Universitas Pancasila Jadi PTN

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/b/b4/Taufiq_Kiemas.jpg 

http://statik.tempo.co/?id=76628&width=475

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mendukung rencana mengubah Universitas Pancasila (UP) yang swasta menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Ia mengatakan pemerintah perlu memiliki kampus yang fokus meneliti ide tentang pancasila.

“Ketika muncul ide mengubah UP menjadi kampus negeri, tanpa pikir panjang saya setuju,” kata Jimly di Universitas Pancasila pada Selasa siang, 29 Mei 2012.

Jimly mengatakan peralihan UP dari kampus swasta menjadi negeri tak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia mengatakan sumber daya dan finansial UP saat ini sudah kuat. “Sudah bisa mengelola dengan otonom,” katanya.

Ketua Harian Pusat Studi Pancasila UP Yudi Latif mengatakan nantinya UP berkomitmen untuk mengembangkan studi tentang pancasila. UP akan mengintegrasikan studi tentang pancasila ke dalam kurikulum.

Peralihan tersebut juga didukung oleh ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas. Taufiq mengatakan peralihan ini merupakan kesempatan baik untuk mengembangkan studi tentang pancasila. Pemerintah, kata dia, juga perlu menambah pusat-pusat studi pancasila di kampus-kampus. “Kalau pemerintah tidak mau kan malu,” kata politisi PDI-P tersebut.

Begitu juga dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie. Marzuki mengatakan peralihan kampus UP dari swasta menjadi negeri adalah suatu hal yang positif. Marzuki mengatakan UP bisa mengambil peran mengaktualisasikan kembali penelitian tentang pancasila di ranah akademik. “Ini sudah lama hilang,” katanya.

Ketua Senat Fakultas Hukum UP Reinaldo Arif Budiman mengatakan mahasiswa masih mengkaji peralihan UP dari swasta menjadi negeri. Ia mengatakan di kalangan mahasiswa muncul suara pro maupun kontra. “Kita kaji dulu positif dan negatifnya,” kata dia.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/05/29/079407008/Tokoh-tokoh-Dukung-Universitas-Pancasila-Jadi-PTN
============================================================== 

RAGAM BERITA TENTANG RENCANA UP MENJADI PTN

https://acdpindonesia.files.wordpress.com/2013/06/rep-p2.jpg

 

Akreditasi Institusi Universitas Pancasila

Akreditasi Institusi Universitas Pancasila, Jakarta

berdasarkan SK BAN PT Nomor: 082/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, terakreditasi B

MASA PENYELESAIAN STUDI (Duration and Timing)


Masa penyelesaian studi  Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Pancasila adalah 6 – 10 semester.
MATRIKULASI
Bagi calon mahasiswa yang hasil test tertulisnya belum memadai diwajibkan mengikuti Kuliah Matrikulasi untuk 3 mata kuliah, yaitu:
1. Teori Ekonomi
2. Manajemen dan Organisasi
3. Akuntansi
Biaya Matrikulasi adalah Rp. 1.500.000,- (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) untuk tiga mata kuliah dan dibayarkan sebelum kuliah matrikulasi dimulai.